29/01/08
27/01/08
26/01/08
Galeri Poto 3
17/01/08
Relawan Hasyim Jakarta Terbentuk
Dukungan terhadap Hasyim Afandi semakin melimpah. Setelah Hari Baru beredar banyak pembaca yang langsung apresiatif dan siap bekerja menjadi relawan Hasyim Afandi. Hasyim Center di Kedu pun kian sering didatangi banyak orang.
Baru 4 Hari Hari Baru beredar, para relawan di
Tim relawan
Kami atas Nama Hasyim Center di Temanggung memberikan apresiasi positif terhadap terbentuknya Relawan Hasyim di Jakarta. Konstribusi dana dari Anda sekalian sangat kami harapkan. Anda bisa mentransfer sumbangan ke salah satu nomor rekening dari tiga rekening resmi berikut ini.
BNI Cab Jatinegara 011-2373-840 BNI A/N Nova Kurniawan.
BRI KCU Kedu Temanggung No 3321-5471 BRI KCU A/
BCA 888-0038703/ A/N RPH Listyarini.
H Satoto (koordinator)
Agus Pramono (sekretaris)
Alamat Jl Tebet Barat No 61 Jakarta Selatan:
Telp: 08881450032/021-82492660
Email: relawan.hasyim@gmail.com (Jakarta) hasyim_center@telkom.net (Temanggung)
(alamat email relawan.hasyim@gmail.com sekarang untuk koordinasi jakarta, semarang, yogyakarta dll. Sedangkan untuk Temanggung (central) alamat emailnya adalah hasyim_center@telkom.net.
08/01/08
program kerja
Program Kerja Tim Relawan Hasyim Afandi pada bulan Januari adalah:
1. PENERBITAN
- Buletin
-
2. Liputan (2 wartawan) Rp 1.500.000
3. Komunikasi redaksi & posko Rp 1.000.000
4. Pra kondisi & Pengumpulan data Rp. 5.000.000
5. Survey
TOTAL Rp 27.000 .000
Dukungan Anda
"Saya diajukan Partai Golkar dan PAN, serta dorongan luas dari masyarakat untuk menjadi kandidat Bupati Temanggung 2008-2013. Saya bukan pengusaha, bukan juga orang kaya. Tekad memegang amanah dari saudara-saudara adalah modal utama saya. Bismillah kami melangkah bersama Anda sekalian. " (KH. Drs Hasyim Afandi)
Selain memohon bantuan dukungan do'a, K.H Drs Hasyim Afandi membutuhkan dukungan Anda baik dalam bentuk kerja relawan maupun bentuk dana. Atas nama Tim Relawan, kami menyampaikan pesan beliau kepada Anda semua, simpatisan Hasyim Afandi, untuk membantu program kampanye yang kami lakukan. Dukungan dalam bentuk dana bisa Anda sampaikan ke No Rekening Tim Relawan. 011-2373-840 BNI Cab Jatinegara, A/N Nova Kurniawan atau ke 3321-5471 BRI KCU Kedu Temanggung A/n Teguh. Konfirmasi transfer sms ke 0816-4226-572 (Bapak Teguh)
25/12/07
24/12/07
Kenapa kita mendukung Hasyim
Minimal, ada empat alasan kenapa kita harus mendukung Hasyim Afandi.
Ia mendengar banyak masukan dan kritik, namun tidak lantas larut oleh desakan-desakan, apalagi desakan yang menjurus pada penyalahgunaan kekuasaan. Hasyim memilih mayoritas rakyat,-bukan golongan, elit, maupun partai tertentu sebagai tujuan pengabdian. Mayoritas rakyat adalah tujuan utamanya. Semua kebijakan Hasyim akan selalu diperuntuhkan kepada mayoritas. Ini adalah politik populis, Artinya merakyat.
Namun demikian Hasyim sadar bahwa kebijakan populis tidak selalu baik.
Saat menjadi Bupati Magelang, mayoritas pegawai,-yang karena mentalnya sudah buruk,- kehendak mayoritas pegawai dilawan oleh Hasyim, sebab menurut Hasyim, rata-rata pegawai pikirannya pragmatis dan hanya untuk kepentingan mayoritas mereka. Sikap mayoritas seperti malas-malasan dan bekerja asal-asalan ditentang oleh Hasyim.
Dalam masa awal memang para pegawai merasakan sikap yang terlalu ketat dari seorang Bupati, namun sekarang, para pegawai di magelang sadar bahwa apa yang dilakukan dengan praktek disiplinasi Hasyim ternyata berbuah bagi perbaikan bersama. Etos kerja kepegawaian meningkat, gotong royong berlangsung, dan pemda memiliki wibawa di depan masyarakat karena beberapa program yang dilaksanakan pemda di bawah kepemimpinan Hasyim berdampak baik bagi Rakyat.
Tentu saja pengertian politisi dalam konteks menilai Hasyim tidak demikian, melainkan sebagai sosok yang paham seluk beluk politik melalui pengalamannya berpolitik selama di Partai Golkar, Menjabat Bupati Magelang dan hubungannya dengan berbagai kalangan. Hasyim memang bekas tokoh Golkar di Temanggung dan Magelang, namun ia bukanlah tipikal politisi yang oportunis dan gemar melakukan praktek busuk seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Hasyim adalah Hasyim. Sekalipun di lingkungan birokrasi dan partai KKN sudah membudaya, tapi Hasyim tidak pernah terseret limbah busuk tersebut. Di sinilah uniknya seorang Hasyim. Ternyata di tengah-tengah lumpur busuk tersebut kita masih bisa melihat intan berlian yang indah, yang tidak luntur oleh busuknya limbah.
Sebagai seorang politisi, ia paham situasi politik, relasi kekuasaan dan tidak mudah dibujuk atau dirayu. Hasyim sadar di sekitarnya banyak intrik, fitnah dan praktek jilat menjilat. Kesadaran ini membentuk Hasyim untuk menjaga jarak dan berlaku hati-hati agar dirinya tidak masuk kubangan dosa politik. Keberhasilannya memegang prinsip moral inilah yang membuat orang di kalangan partai politik kemudian mengagumi sosok Hasyim.
Satu hal; karena mereka bukanlah cendekiawan. Kebanyakan politisi itu hanya memiliki keunggulan dengan karir selama berorganisasi. Mereka lupa bahwa pengalaman (praktek) tidak akan sempurna tanpa diimbangi oleh intelektualitas. Mereka para politisi cenderung percaya diri bisa memakmurkan dan menyejahterakan rakyat hanya dengan prinsip-prinsip normatif yang mereka pelajari dari omongan-omongan pidato dan khotbah. Ilmu pengetahuan yang didapat dengan cara seperti ini tentu memiliki banyak kelemahan.
Hasyim yang tidak puas hanya belajar petuah dan khotbah, melangkang buana mempelajari banyak ilmu pengetahuan melalui buku. Buku dan kitab-kitab yang Hasyim pelajari sangat banyak. Sejak masa kanak-kanak hingga usia 61 tahun sekarang ini, Hasyim sangat mencintai buku. Ia tipikal kutu buku.
Dari situlah wawasan pemikirannya luas dan memiliki bobot di banding kebanyakan politisi. Hasyim selalu memadukan antara teori dan praktek, antara ilmu dan amal. keduanya dianggap sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Memang, bagi kebanyakan masyarakat kita hal ini nampak sepele.
Hal ini wajar mengingat masyarakat kita kurang menghargai pemimpin berilmu dan berwawasan dan lebih senang menghargai pemimpin yang vokal, ahli pidato sekalipun miskin ilmu pengetahuan. Namun kalau kita sadar akan kebutuhan pemimpin masa depan, jelas kriteria ini adalah mutlak diperlukan seorang pemimpin.
Sayangnya, di Indonesia, sosok-sosok bermoral biasanya tergusur oleh kekuatan mayoritas politisi yang mengabaikan prinsip ini. Seolah-olah jika sudah masuk ke dunia politik, moralitas dinomor duakan, sedangkan kekuasaan dinomor satukan, bahkan dipertuhankan.
Hasyim memang tidak anti kekuasaan. Yang ia tentang adalah kekuasaan yang melenceng dari moralitas. Karena itu ia selalu menegaskan bahwa ia tidak mau menerima uang suap apalagi korupsi. Sekali lagi, Hasyim hanya bisa menerima kekuasaan jika melalui proses yang bermoral.
Sungguh, ia sosok tiada dua di Temanggung, bahkan sangat langka ditemukan di
Saat Temanggung dilanda krisis kepemimpinan, kehadiran sosok Hasyim adalah berkah bagi kita semua. Kandidat-kandidat lain kebanyakan sudah terjebak pada praktek politik a-moral seperti menjadi tersangka korupsi, terdakwa dan sering melakukan praktek suap. Kalau kita mau jujur, rasanya tidak perlu lagi melirik kandidat lain yang nota-bene memiliki masalah dan secara kualitas kalah jauh disbanding dengan Hasyim Afandi.(zaenal efendi)








