26/01/08

Galeri Poto 3

Tiada waktu mubadzir bagi Hasyim. Di luar kesibukannya sebagai mubalig, ia tetap menyatu dengan masyarakat untuk membagikan pengetahuan serta belajar kehidupan dari rakyat jelata. Hasyim adalah sosok pemimpin yang merakyat.



Setiap malam, Hasyim menghabiskan waktunya untuk membaca berbagai kitab dan buku-buku ilmiah. Ia adalah seorang kutu buku. Minatnya terhadap ilmu pengetahuan membuatnya dijuluki sebagai seorang cendekiawan muslim.


Hasyim Afandi (tengah): maju sebagai kandidat Bupati didukung total oleh KH. Yacub Mubarok (kiri) dan K.H Nasucha Ustman (kanan). Kedua ulama karismatik NU Temanggung ini akan memberikan dukungan penuh pada kampanye Pilkada Juni 2008 nanti.

17/01/08

Relawan Hasyim Jakarta Terbentuk

Dukungan terhadap Hasyim Afandi semakin melimpah. Setelah Hari Baru beredar banyak pembaca yang langsung apresiatif dan siap bekerja menjadi relawan Hasyim Afandi. Hasyim Center di Kedu pun kian sering didatangi banyak orang.

Baru 4 Hari Hari Baru beredar, para relawan di Jakarta membentuk tim kerja kampanye Hasyim. Terpilih sebagai Koordinator Relawan adalah H Sototo, tokoh perantau asal Temanggung. Sedangkan sekretraris terpilih adalah Ir Agus Pramono.

Tim relawan Jakarta adalah bagian dari Hasyim Center di Danurejo Kedu yang diketuai oleh Sdr Teguh. Mereka akan segera bekerja bahu membahu menjaring hubungan yang luas dengan berbagai pihak untuk berperan aktif mendukung Kampanye Hasyim, baik dalam hal penggalangan dana, aksi sosial maupun kerja lainnya.

Kami atas Nama Hasyim Center di Temanggung memberikan apresiasi positif terhadap terbentuknya Relawan Hasyim di Jakarta. Konstribusi dana dari Anda sekalian sangat kami harapkan. Anda bisa mentransfer sumbangan ke salah satu nomor rekening dari tiga rekening resmi berikut ini.

BNI Cab Jatinegara 011-2373-840 BNI A/N Nova Kurniawan.

BRI KCU Kedu Temanggung No 3321-5471 BRI KCU A/N Teguh.

BCA 888-0038703/ A/N RPH Listyarini.


H Satoto (koordinator)
Agus Pramono (sekretaris)

Alamat Jl Tebet Barat No 61 Jakarta Selatan:

Telp: 08881450032/021-82492660

Email: relawan.hasyim@gmail.com (Jakarta) hasyim_center@telkom.net (Temanggung)

(alamat email relawan.hasyim@gmail.com sekarang untuk koordinasi jakarta, semarang, yogyakarta dll. Sedangkan untuk Temanggung (central) alamat emailnya adalah hasyim_center@telkom.net.

08/01/08

program kerja

Program Kerja Tim Relawan Hasyim Afandi pada bulan Januari adalah:

1. PENERBITAN

- Buletin Rp 8.500.000

- Selebaran Building Image Rp 5.500.000

2. Liputan (2 wartawan) Rp 1.500.000

3. Komunikasi redaksi & posko Rp 1.000.000

4. Pra kondisi & Pengumpulan data Rp. 5.000.000

5. Survey Rp. 5.500.000

TOTAL Rp 27.000 .000

Dukungan Anda

"Saya diajukan Partai Golkar dan PAN, serta dorongan luas dari masyarakat untuk menjadi kandidat Bupati Temanggung 2008-2013. Saya bukan pengusaha, bukan juga orang kaya. Tekad memegang amanah dari saudara-saudara adalah modal utama saya. Bismillah kami melangkah bersama Anda sekalian. " (KH. Drs Hasyim Afandi)

Selain memohon bantuan dukungan do'a, K.H Drs Hasyim Afandi membutuhkan dukungan Anda baik dalam bentuk kerja relawan maupun bentuk dana. Atas nama Tim Relawan, kami menyampaikan pesan beliau kepada Anda semua, simpatisan Hasyim Afandi, untuk membantu program kampanye yang kami lakukan. Dukungan dalam bentuk dana bisa Anda sampaikan ke No Rekening Tim Relawan. 011-2373-840 BNI Cab Jatinegara, A/N Nova Kurniawan atau ke 3321-5471 BRI KCU Kedu Temanggung A/n Teguh. Konfirmasi transfer sms ke 0816-4226-572 (Bapak Teguh)

25/12/07

HARI BARU Telah Datang

Untuk membaca HARI BARU lebih jelas Anda bisa langsung mengklik bagian halaman-halaman berikut ini:

24/12/07

Kenapa kita mendukung Hasyim


Tampilnya K.H Drs Hasyim Afandi sebagai salahsatu kandidat Bupati Temanggung pada pilkada 22 Juni 2008 mendatang, adalah suatu berkah dan kebahagiaan bagi kita, rakyat Temanggung. Hasyim yang sebelumnya tidak berminat menjadi kandidat bupati akhirnya berkenan maju karena desakan dari banyak pihak. Yang menarik, dari sekian dorongan pihak yang mendukung Hasyim semua bersifat murni ingin mendapatkan pemimpin Temanggung yang baik. Tentu ini adalah suatu kencenderungan sikap politik yang wajib disambut secara positif mengingat Temanggung saat ini sedang mengalami krisis kepemimpinan.

Minimal, ada empat alasan kenapa kita harus mendukung Hasyim Afandi.

Pertama, Hasyim adalah seorang organisator. Kategori ini sangat penting mengingat pemimpin di Indonesia seringkali tidak memiliki tipikal organisastor yang tangguh sehingga gagap ketika mengendalikan birokrasi. Dengan modal kepemimpinan yang baik, Hasyim tidak mudah goyah oleh berbagai desakan. Hasyim memiliki sikap tegas, namun tidak otoriter.

Ia mendengar banyak masukan dan kritik, namun tidak lantas larut oleh desakan-desakan, apalagi desakan yang menjurus pada penyalahgunaan kekuasaan. Hasyim memilih mayoritas rakyat,-bukan golongan, elit, maupun partai tertentu sebagai tujuan pengabdian. Mayoritas rakyat adalah tujuan utamanya. Semua kebijakan Hasyim akan selalu diperuntuhkan kepada mayoritas. Ini adalah politik populis, Artinya merakyat.

Namun demikian Hasyim sadar bahwa kebijakan populis tidak selalu baik. Ada kalanya seorang pemimpin harus bersikap tegas dan tidak bertindak populis jika arah populisme itu hanya akan merugikan rakyat. Harus disadari, kepentingan populis itu sendiri kadang bersifat pragmatis yang kalau dituruti justru hanya membahagiakan rakyat dalam waktu singkat namun jangka panjang berdampak buruk.

Saat menjadi Bupati Magelang, mayoritas pegawai,-yang karena mentalnya sudah buruk,- kehendak mayoritas pegawai dilawan oleh Hasyim, sebab menurut Hasyim, rata-rata pegawai pikirannya pragmatis dan hanya untuk kepentingan mayoritas mereka. Sikap mayoritas seperti malas-malasan dan bekerja asal-asalan ditentang oleh Hasyim.

Dalam masa awal memang para pegawai merasakan sikap yang terlalu ketat dari seorang Bupati, namun sekarang, para pegawai di magelang sadar bahwa apa yang dilakukan dengan praktek disiplinasi Hasyim ternyata berbuah bagi perbaikan bersama. Etos kerja kepegawaian meningkat, gotong royong berlangsung, dan pemda memiliki wibawa di depan masyarakat karena beberapa program yang dilaksanakan pemda di bawah kepemimpinan Hasyim berdampak baik bagi Rakyat.

Kedua, Hasyim adalah seorang politisi. Seorang Bupati non politis memang sering dianggap sebagai pemimpin yang baik karena pengertian politisi di Indonesia selama ini banyak diidentikan sebagai pencari kekuasaan, brutus dan machiavelian (stereotypean menghalalkan segala cara untuk mendapat uang dan jabatan).

Tentu saja pengertian politisi dalam konteks menilai Hasyim tidak demikian, melainkan sebagai sosok yang paham seluk beluk politik melalui pengalamannya berpolitik selama di Partai Golkar, Menjabat Bupati Magelang dan hubungannya dengan berbagai kalangan. Hasyim memang bekas tokoh Golkar di Temanggung dan Magelang, namun ia bukanlah tipikal politisi yang oportunis dan gemar melakukan praktek busuk seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Hasyim adalah Hasyim. Sekalipun di lingkungan birokrasi dan partai KKN sudah membudaya, tapi Hasyim tidak pernah terseret limbah busuk tersebut. Di sinilah uniknya seorang Hasyim. Ternyata di tengah-tengah lumpur busuk tersebut kita masih bisa melihat intan berlian yang indah, yang tidak luntur oleh busuknya limbah.

Sebagai seorang politisi, ia paham situasi politik, relasi kekuasaan dan tidak mudah dibujuk atau dirayu. Hasyim sadar di sekitarnya banyak intrik, fitnah dan praktek jilat menjilat. Kesadaran ini membentuk Hasyim untuk menjaga jarak dan berlaku hati-hati agar dirinya tidak masuk kubangan dosa politik. Keberhasilannya memegang prinsip moral inilah yang membuat orang di kalangan partai politik kemudian mengagumi sosok Hasyim.

Ketiga, Hasyim seorang cendekiawan. Banyak pemimpin yang mahir berorganisasi, mahir mengkondisikan massa, mahir dalam hal mencari peluang untuk kemajuan organisasi/pemerintah. Di Indonesia tipikal pemimpin politis seperti ini banyak kita temukan. Tapi kenapa dengan banyaknya pemimpin berkarakter organisatoris bangsa ini tidak beranjak maju?

Satu hal; karena mereka bukanlah cendekiawan. Kebanyakan politisi itu hanya memiliki keunggulan dengan karir selama berorganisasi. Mereka lupa bahwa pengalaman (praktek) tidak akan sempurna tanpa diimbangi oleh intelektualitas. Mereka para politisi cenderung percaya diri bisa memakmurkan dan menyejahterakan rakyat hanya dengan prinsip-prinsip normatif yang mereka pelajari dari omongan-omongan pidato dan khotbah. Ilmu pengetahuan yang didapat dengan cara seperti ini tentu memiliki banyak kelemahan.

Hasyim yang tidak puas hanya belajar petuah dan khotbah, melangkang buana mempelajari banyak ilmu pengetahuan melalui buku. Buku dan kitab-kitab yang Hasyim pelajari sangat banyak. Sejak masa kanak-kanak hingga usia 61 tahun sekarang ini, Hasyim sangat mencintai buku. Ia tipikal kutu buku.

Dari situlah wawasan pemikirannya luas dan memiliki bobot di banding kebanyakan politisi. Hasyim selalu memadukan antara teori dan praktek, antara ilmu dan amal. keduanya dianggap sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Memang, bagi kebanyakan masyarakat kita hal ini nampak sepele.

Hal ini wajar mengingat masyarakat kita kurang menghargai pemimpin berilmu dan berwawasan dan lebih senang menghargai pemimpin yang vokal, ahli pidato sekalipun miskin ilmu pengetahuan. Namun kalau kita sadar akan kebutuhan pemimpin masa depan, jelas kriteria ini adalah mutlak diperlukan seorang pemimpin.

Keempat. Hasyim adalah pribadi yang menjunjung moralitas sebagai pilar utama menjalani hidup. Di mana pun, moralitas, terutama moralitas politik jelas adalah sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.

Sayangnya, di Indonesia, sosok-sosok bermoral biasanya tergusur oleh kekuatan mayoritas politisi yang mengabaikan prinsip ini. Seolah-olah jika sudah masuk ke dunia politik, moralitas dinomor duakan, sedangkan kekuasaan dinomor satukan, bahkan dipertuhankan.

Hasyim memang tidak anti kekuasaan. Yang ia tentang adalah kekuasaan yang melenceng dari moralitas. Karena itu ia selalu menegaskan bahwa ia tidak mau menerima uang suap apalagi korupsi. Sekali lagi, Hasyim hanya bisa menerima kekuasaan jika melalui proses yang bermoral.

Sungguh, ia sosok tiada dua di Temanggung, bahkan sangat langka ditemukan di Indonesia. Sosok berkarakter seperti Hasyim barangkali adalah Gamawan Fauzi, Mantan Bupati Solok yang kini berhasil menjadi Gubernur Sumatra Barat karena integritas moralnya, bukan karena uang atau karena faktor lain.

Saat Temanggung dilanda krisis kepemimpinan, kehadiran sosok Hasyim adalah berkah bagi kita semua. Kandidat-kandidat lain kebanyakan sudah terjebak pada praktek politik a-moral seperti menjadi tersangka korupsi, terdakwa dan sering melakukan praktek suap. Kalau kita mau jujur, rasanya tidak perlu lagi melirik kandidat lain yang nota-bene memiliki masalah dan secara kualitas kalah jauh disbanding dengan Hasyim Afandi.(zaenal efendi)